Liga 2 Rusuh di Mana-Mana: 3 Bentrokan Dalam 5 Hari

Persewangi: Di Dunia Tak Ada Playoff Khusus, Kenapa di Sini Ada?

Liga 2 lagi-lagi mempertontonkan aksi kekerasan di dalam lapangan. Terjadi tiga aksi penyerangan terhadap pemain dalam lima hari terakhir.

Peristiwa terbaru terjadi dalam play-off khusus Liga 2 antara Persewangi Banyuwangi dengan PSBK Blitar di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (10/10/2017).

Wasit mendapatkan serangan dari pemain Persewangi pada menit ke-15, setelah muncul kartu merah untuk Deki Rolias Candra yang melanggar kapten PSBK, Eka Hera. Itu kartu merah ketiga dalam laga tersebut.

Situasi makin rusuh. Pertandingan pun dihentikan pada menit ke-17 dan wasit ditarik keluar lapangan. Kapten kedua tim diajak rembugan dan tercapai keputusan kalau pertandingan dilanjutkan lagi setelah 30 menit berhenti. Pertandingan tetap dipimpin oleh Suhardiyanto.

Memasuki babak kedua, PSBK berhasil memimpin pertandingan 1-0 dengan gol pada menit ke-69. Situasi memanas pada menit ke-84 saat pemain Persewangi dilanggar di depan kotak penalti, namun wasit tak merespons. Wasit justru keluar lapangan dan pertandingan dihentikan 10 menit.

Perangkat pertandingan memutuskan laga itu dilanjutkan kembali tapi dengan wasit berbeda. Tapi kedua tim tak terima. Pertandingan pun dihentikan pada menit ke-88. Laga itu dianggap selesai dengan kemenangan untuk Persewangi 1-0 dengan dianggap selesai pada menit ke-88 karena pertimbangan force majeure.

Kerusuhan di tengah lapangan itu bukan hanya kali ini. Sebelumnya dua insiden lain bergulir saat PSS Sleman menghadapi Cilegon United di Stadion karkatau Steel, Jumat (8/10/2017) pada laga lanjutan babak 16 besar Grup A Liga 2.

Dalam laga itu, fisioterapis PSS Sleman, Sigit Pramudia, dipukul oleh salah satu pemain Cilegon United di tengah pertandingan. Disebut-sebut Sigit kembali mendapatkan kekerasan usai pertandingan.

Selain itu, laga antara Kalteng Putra dengan Persigo Semeru FC yang berakhir 1-1 di Stadion Pahoe, Palangka Raya, Minggu (8/10). Wasit juga mendapatkan intimidasi dari pemain dan ofisial Semeru FC dalam laga itu.

Para pemain dan pelatih Semeru FC diintimidasi dengan lemparan botol dan tong sampah di tengah pertandingan. Mereka langsung dilarikan ke Polres Palangka Raya yang kemudian diantar ke Banjarmasin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *