Sebelum ke Korsel, Timnas U-19 Tanding Dulu di Jember

Timnas U-19 Indonesia akan menjalani Kualifikasi Piala Asia di Korea Selatan. Sebelum itu, Garuda Muda akan lebih dulu tanding lawan Persid Jember.

Pertandingan lawan Persid akan jadi laga terakhir Indonesia sebelum bertolak ke Paju, Korsel. Kualifikasi sendiri akan dimulai pada 31 Oktober mendatang dengan Brunei Darussalam jadi lawan pertama lalu Timor Leste, Korsel, dan terakhir Malaysia pada 6 November.

“Alasan kami melakukan uji coba dengan Persid Jember karena pemain – pemain dari Jawa Timur sangat dominan di timnas U19 sekarang. Ada dari Mojokerto, Surabaya, ada dari Bojonegoro. Pokoknya dominan. Banyuwangi sudah kita datangi dua kali,” kata pelatih timnas U19 Indra Sjafri dalam kenferensi pers di hotel Aston Jember, Kamis (19/10/2017).

Meski ujicoba ini banyak dikritik karena lawan yang tak sebanding, Indra berharap anak-anak tetap termotivasi untuk meraih kemenangan demi mengatrol mental menghadapi kualifikasi.

“Ini akan menjadi motivasi kita untuk bertanding nanti di Korea Selatan. Bahwasannya kita memang berjuang tidak sendiri. Jadi kita butuh dukungan dari masyarakat, terutama Jember,” sambungnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember yang mewakili Bupati Dr Faida, Edy Budi Susilo, menyatakan kedatangan timnas U-19 merupakan wujud peran serta pemerintah daerah untuk memfasilitasi sepak bola di kabupaten Jember.
Timnas U-19 Indonesia akan menjalani Kualifikasi Piala Asia di Korea Selatan. Sebelum itu, Garuda Muda akan lebih dulu tanding lawan Persid Jember.  Pertandingan lawan Persid akan jadi laga terakhir Indonesia sebelum bertolak ke Paju, Korsel. Kualifikasi sendiri akan dimulai pada 31 Oktober mendatang dengan Brunei Darussalam jadi lawan pertama lalu Timor Leste, Korsel, dan terakhir Malaysia pada 6 November.  "Alasan kami melakukan uji coba dengan Persid Jember karena pemain – pemain dari Jawa Timur sangat dominan di timnas U19 sekarang. Ada dari Mojokerto, Surabaya, ada dari Bojonegoro. Pokoknya dominan. Banyuwangi sudah kita datangi dua kali," kata pelatih timnas U19 Indra Sjafri dalam kenferensi pers di hotel Aston Jember, Kamis (19/10/2017).  Meski ujicoba ini banyak dikritik karena lawan yang tak sebanding, Indra berharap anak-anak tetap termotivasi untuk meraih kemenangan demi mengatrol mental menghadapi kualifikasi.  "Ini akan menjadi motivasi kita untuk bertanding nanti di Korea Selatan. Bahwasannya kita memang berjuang tidak sendiri. Jadi kita butuh dukungan dari masyarakat, terutama Jember," sambungnya.  Sebelum ke Korsel, Timnas U-19 Tanding Dulu di JemberFoto: Yakub Mulyono/detikSport  Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember yang mewakili Bupati Dr Faida, Edy Budi Susilo, menyatakan kedatangan timnas U-19 merupakan wujud peran serta pemerintah daerah untuk memfasilitasi sepak bola di kabupaten Jember.  "Semoga ini akan jadi penyemangat untuk memajukan dan mengembangkan sepakbola di kabupaten Jember," kata Edy.  Selain melakukan laga uji coba, juga akan digelar coaching clinics kepada guru olahraga SMP yang ada di Jember.  "Ini untuk membantu dan memberikan ilmu khusus tentang teknik bermain bola yang baik, yang benar, kepada seluruh guru olah raga se-kabupaten Jember. Juga dapat meningkatkan kemampuan guru olah raga, khususnya pada bidang sepak bola, yang nantinya akan ditularkan pada muridnya di sekolah masing – masing."  Di Jember sendiri, ada sekitar 30 lembaga Sekolah Sepakbola (SSB) dan 76 klub. Dia berharap hal ini bisa menjadi pemasok pemain di kancah nasional maupun internasional.  "kita berharap ini bisa menjadi pemasok pemain di masa yang akan datang," katanya.  Terkait laga persahabatan, Edy berharap bisa berlangsung aman dan mengajak suporter untuk menyaksikan laga persahabatan tersebut.  "Mari kita jaga keamanan. Kita gelorakan semangat untuk mendukung timnas," tutupnya.
“Semoga ini akan jadi penyemangat untuk memajukan dan mengembangkan sepakbola di kabupaten Jember,” kata Edy.

Selain melakukan laga uji coba, juga akan digelar coaching clinics kepada guru olahraga SMP yang ada di Jember.

“Ini untuk membantu dan memberikan ilmu khusus tentang teknik bermain bola yang baik, yang benar, kepada seluruh guru olah raga se-kabupaten Jember. Juga dapat meningkatkan kemampuan guru olah raga, khususnya pada bidang sepak bola, yang nantinya akan ditularkan pada muridnya di sekolah masing – masing.”

Di Jember sendiri, ada sekitar 30 lembaga Sekolah Sepakbola (SSB) dan 76 klub. Dia berharap hal ini bisa menjadi pemasok pemain di kancah nasional maupun internasional.

“kita berharap ini bisa menjadi pemasok pemain di masa yang akan datang,” katanya.

Terkait laga persahabatan, Edy berharap bisa berlangsung aman dan mengajak suporter untuk menyaksikan laga persahabatan tersebut.

“Mari kita jaga keamanan. Kita gelorakan semangat untuk mendukung timnas,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *